Sabtu, 22 Agustus 2020

JANGAN BUANG SAMPAH PADA TEMPAT INI !! KATA-KATA YANG SEHARUSNYA ADA DISETIAP TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN

   

     Pagi merupakan sebuah cuaca yang sangat segar , baik itu untuk melakukan olahraga atau hanya sekedar menghirup udara segar. Iya, pagi adalah saat tidak ada nya populasi udara, tidak ada bau tak sedap dan lain-lainnya. Lalu apa jadinya jika dinegara kita ini masih identik dengan pembuangan sampah yang semakin menjadi-jadi, pencemaran polusi udara tak terkendali, pembuangan limbah ke dalam sungai tak terhindari, kemana pemerintah yang mengontrol tidak dipeduli, ini memang sudah benar benar sebagian penduduk tidak mentaati peraturan atau sudah banyak yang awam. Sebab jika kita tidak sayang  kepada lingkungan jangan harap Allah sayang pada kita.

Rasulullah Saw Bersabda : "Sayangi oleh mu akan segala sesuatu yang ada dibumi, maka Allah akan Menyayangimu".Tapi dibeberapa lokasi petugas sudah menyiapkan dimana tempat pembuangan sampah namun masyarakat masih belum mengerti dan menyadari akan dampak dari pembuangan sampah sembarangan. Lingkungan yang kotor tentulah sangat tidak menyenangkan apalagi di Indonesia ini hampir setiap tahun terjadi kebanjiran. Bukan permasalhan lainnya tetapi sudah takheran lagi jika ini terjadi disebabkan oleh sampah yang menumpuk di area pembuangan sampah ilegal. Padahal pemerintah sudah menyediakan tempat pembuangan sampahnya.

Pembuangan sampah sembarangan memang perkara mudah, namun akibatnya yang cukup fatal, alam yang luas terbentang di nusantara ini bisa hancur jika terus menerus dirusaki dengan berbagai pencemaran. 

Seharusnya para orang tua mengajarkan anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya, bukan malah medidiknya untuk membuang sampah sembarangan. Perlu diketahui bahwa orang pintar yang salah tidak soleh tidak mungkin memakmurkan alam raya ini. Orang hebat bergelimang maksiat mustahil mengelola alam raya, sehingga yang nampak adalah watk-watak perusak. Pohon-pohon ditebangi, gunung-gung digunduli, satwa-satwa liar dibunuhi, sampah-sampah tak diperduli, padahal dengan kelakuan itu, akibatnya manusia sendiri yang akan merasakannya. 

Beberapa negara untuk menciptakan lingkungan bersih dan aman mereka menggunakan mesin-mesin canggih untuk menyelasaikan masalah sampah , ada yang sudah melakukan pembelian terhadap sampah dengan mesin yang sangat canggih dimana hanya memasukkan sampah kemudian dihargakan dengan mata uang mereka yang dapat ditukarkan dengan minuman atau makanan.

Swedia mengolah sampah untuk pembangkit listriknya, yang dimanfaatkan uap panasnya dari hasil proses pembakaran. Kemudian listrik-istrik distribusikan keseluruh rumah-rumah seluruh negeri. Begitu juga dengan negeri Belanda.

Sedangkan di Inggris disetiap rumahnya diberikan tiga tempat pembuangan sampah, maka tidak heran mereka memiliki kingkungan yang bersih dan aman. Lalu bagaimana dengan Indonesia kedepannya? harus kah kita membiarkan begitu saja ? jika jawaban anda "tidak" maka mulailah dari diri kita pribadi untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menegur dan melarang orang-orang yang akan membuang sampah sembarangan.

Kamis, 20 Agustus 2020

ASAP PEKAT SAWIT YANG TERDAPAT PADA KAMPUNG JALAN ULE ULHE KASAN JALAN ILAK KETIKA BERJALAN MENUJU RAYAP

 Pada kesempatan ini, pada pagi hari jam 7.20 penulis melakukan perjalanan ke air terjun rayap yang sedang disukai banyak pengunjung, "seasik apa berenang dirayap, bagaimana kedalaman air dirayap , seasik apa berenang di rayap dan faktor-faktor pemikiran yang timbul lain-lainnya" untuk menghapus rasa penasaran yang timbul dari benak penulis, akhirnya penulis ikut mengunjungi juga secara tiba-tiba ketika hendak berenang ke Pantai Ujong Blang seperti biasanya. 

 

    Sebuah pabrik yang sedang berpopulasi ke beberapa perdesaan yang mengeluarkan baunya yang tak sedap sampai selesai perjalanan ke Wisata Blang kolam. Pada kampung atau perdesaan tempat parbrik tersebut beroperasi tentu sangat mengganggu penduduk setempat dikarenakan bau yang sangat tidak nyaman dan tidak mendukung penduduk ketika mencari nafkah. 

    Bau asap tersebut sangatlah asam. coba anda perhatikan selama 2 hari saja sudah dapat menyimpulkan dimana PT. X tersebut sangatlah mengganggu penduduk dengan pencemaran asapnya. Di lokasi atau di daerah tersebut ada yang namanya penduduk mencari nafkah di beberapa toko dan ada juga yang melakukan pencarian rezeki dengan bertani di lokasi tersebut. ini tentu menimbulkan pertanyaan dari penulis, yaitu bagaimana mereka bisa berdampingan selama ini? Dengan bau asam yang dikeluarkan dapat menyebabkan penyakit paru paru jika dihirup terus memerus yaitu berupa Asma, atau lain-lainnya. Apakah pabrik tersebut tidak memperbaharui mesin pabriknya yang lebih ramah lingkungan? 

    Ya ini memang sangat disayangkan, pencemaran udara yang sangat berpotensi dengan penyakit yang akan terjadi pada masyarakat setempat. Mungkin ini bukan hanya terjadi di kampung Ule Uleuh Saja mungkin diparbik sawit-sawit lainnya juga demikian. Lalu bagaimana langkah pemerintah dalam menghadappi permasalahan ini ?

    Apakah ini sudah merupakan tidak melanggar SOP atau sangat melangggar karena jika hitam pekat dan terakumulasi besar bisa mengancam kesehatan penduduk. Kemungkinan pembuangan tidak sesuai SOP. Memang kehadiran pabrik tersebut dapat membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar namun tidak serta merta melakukan pencemaran udara sesukanya saja. Belum lagi bau Asam busuk yang tercium didaerah tersebut apakah lama kelamaan akan membuat masyarakat tambah sehat. tentu tidak, senyawa-senyawa asam disekitaran pabrik ini tentu akan membuat masyarakat sakit-sakitan. Penduduk  sudah pernah memprotes namun pihak pabrik tidak mengrubis, ini perlu penanganan pemerintah. karena sudah mengganggu masyarakat.

     Dengan hadirnya cerita ini semoga jika ada pembaca yang bekerja dengan pemerintan setempat semoga dapat memberikan respon permasalahan ini.

Penulis   : Hamba Allah

 

 

Minggu, 09 Agustus 2020

Pro Kontra Wisata Sawah di Blang Mangat Kampung Meunasah Mane Lhokseumawe

    Alhamdulillah kami lahir didesa yang Allah berikan anugerah berupa padi yang melimpah luah nan jauh sekecamatan kami dengan nama yang sama dengan tempat nya yaitu Blang Mangat yang artinya Sawah Enak atau padi sedap.  Maka pada kesempatan kali ini izin kan penulis menceritakan tentang pro kontra Wisata Sawah yang baru di bangun di daerah tempat tinggal penulis. 

    Pada awalnya banyak masyarakat Blang Mangat dan sekota lhokseumawe dikejutkan dengan pembangunan wisata sawah di Meunsah Mane yang melewati 3 desa dibelakang nya yaitu " Meunasah Blang, Meunasah Rayeuk Kareung, Meunasah Asan Kareung " ke tiga desa ini juga memiliki hamparan sawah yang begitu besar diseluruh wilayahnya dengan pemandangan yang hijau dapat menyejukkan mata siapa saja yang melihatnya.

    Sebenarnya, pembangunan wisata ini tentulah sangat baik, baik itu bagi pertumbuhan ekonomi warga sekitar atau sekecamatan. Namun tentu saja setiap persoalan ada baik dan buruknya jika tidak terpikirkan matang matang dan tidak melalui permusyawarahan penduduk setempat, baik itu dari tokoh ulama, tokoh teungku, tokoh masyarakat dan tokoh tokoh pemuda. Dimana masyarakat yang mendatangi tempat wisata tersebut yang tidak bisa dikontrol dengan berbagai karakter ditambah lagi pemegang BMKG dan panitia tersebut tidak memerhatikan dan tidak terlalu mengerti syariat akibat tidak bertanya berikut foto penulis lampirkan yang sangat mengejutkan warga, ini adalah sebuah foto yang membuat banyak pertanyaan bagi kami.


    Pada Perintah diatas seolah-olah menunjukkan tempat ini boleh memakai celana ketat, padahal ini adalah kawasan Lhokseumawe dan jelas-jelas syariat Islam melarang memakai celana ketat. Selain itu di masyarakat sendiri selalu mengingatkan untuk tidak memakai celana ketat, penulis kritikan dan telah menerima pro kontra masyarakat, dimana disitu adalah tempat mencari nafkah yang harapan petani mendapat riza Allah SWT tetapi akhir-akhir ini banyak masyarakat yang melewati kawasan Blang Mangat memakai pakaian ketat, berpose ria didalam tempat pencarian nafkah dimana pakaian yang dipamerkan kesosial media , dimana akhir-akhir ini pakaian dan akhlak perempuan Aceh di media semakin menurun ini menambahkan kesan kurang mengerti dari masyarakat sendiri. Saya harap selaku anak muda kampung yang masih mempunyai rasa kepedulian untuk syariat semoga dapat menegur panitia dan melarang pemakaian celana ketat ke daerah tersebut. Selain itu ini jika tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat maka akan ada efek perusakan karakter syariat Islam tentunya. Dimana di Lhokseumawe sendiri walikota lhokseumawe jelas melarang hal-hal demikian. Kenapa tempat tersebut duberikan kelonggaran memakai celana ketat? dan setiap sore selalu penulis melihat muda mudi berboncengan bukan muhrim memakai pakaian bukan syariat islam melewati tempat kami.