Senin, 24 Agustus 2020

Perjalanan Menuju Wisata Air Terjun Rayap Lhokseumawe

 

    Perjalanan ke air terjun rayap yang sedang disukai banyak pengunjung khususnya penduduk lokak Lhokseumawe. "Seasik apa berenang di air terjun Rayap? bagaimana kedalaman air terjun di Rayap ? " Faktor-faktor pemikiran seperti inilah yang timbul dibenak kita. Sehingga tempat ini tidak kosong dari wisatawan. Ada yang berlibur bersama keluarga, sahabat, teman kantoran, teman sekolah, sahabat seperjuangan semuanya berkumpul ditempat wisata yang satu ini. Baik itu hanya sekedar foto-foto atau makan bersama, bahkan kadang ada diantara mereka untuk menghilangkan kerugiannya rela menyentuh airnya saja, namun tentu kebanyakan pengunjung akan merasakan rugi sekali jika tidak berenang sama sekali dimana tujuan utama pengunjung ke tempat ini adalah berenang. Rata-rata pengunjung bergabung antara anak-anak dan dewasa ketika berenang, umur perenang 12 sampai 25 tahun. Ibu-ibu dan bapak-bapak biasanya makan dan mengontrol anak-anaknya yang sedang berenang, sampil melepaskan lelah mereka ketika bekerja. Ada juga yang ikut berenang demi membahgiakan sibuah hatinya.

  Huff.... Untuk menghapus rasa penasaran yang timbul dari benak penulis, akhirnya penulis ikut mengunjungi juga wisata yang satu ini. Namun perjalanan ini tidak penulis menyangka sama sekali, secara tiba-tiba pagi itu ketika hendak berenang ke Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe seperti hari-hari libur kuliah biasanya. Pada pagi itu kami bercakap-cakap sambil melaju dengan kecepatan 20 km/detik terbisitlah didalam benak penulis pada saat sedang berbincang-bincang untuk berenang ke wisata air terjun Rayap  Tanpa banyak berpikir langsunglah disetujui oleh teman penulis. Langsung saja kami memutarkan balik arah menuju jalan Elak ke Desa Sidomulyo, Nisam Antara, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Namun sayangnya ditengah perjalanan sayangnya kami melihat ada pabrik sawit yang beroperasi pada saat itu jam tepatnya berada pada pukul 7.30 namun asap sangat tebal dan berbau busuk tercium sangat jelas sekali, juga tempat pabrik tersebut beroperasi tidaklah jauh berada dengan kampung atau perdesaan tempat tinggal dan pencarian penduduk, tentulah kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan penduduk setempat dikarenakan bau yang sangat busuk dan juga polisi asap yang hitam tebal sekali, ini tidak sama sekali mendukung penduduk ketika mencari nafkah. Bau asap tersebut sangat lah asam lalu penulis bersepakat untuk memperhatikan polusi ini selama 2 hari saja, namun kami sudah dapat menyimpulkan dimana Pt.sawit tersebut sangatlah mengganggu penduduk akan pencemaran asapnya. Lokasi di daerah tersebut ada yang namanya penduduk mencari nafkah terlihat beberapa toko, pertanian sawah, tempat tinggal. Ini tentu menimbulkan pertanyaan dari penulis, yaitu bagaimana mereka bisa berdampingan selama ini? bau busuk yang terdapat zat asam CO2 yang dikeluarkan dapat menyebabkan penyakit paru paru jika dihirup terus memerus, atau lain-lainnya. Apakah pabrik tersebut tidak memperbaharui mesin pabrik nya yang lebih ramah lingkungan? Pertanyaan-pertanyaan ini terpikirkan oleh penulis selama perjalanan menuju wisata Air terjun rayap.

    Setelah sampai dilokasi object wisata Rayap, kita akan tertajub-tajub. Perasaan kita akan sudah sangat berbeda dan lebih nyaman rasanya, dimana jika  memilih jalan ke arah kanan paling ujung kita akan turun ke Air Terjun Blang Kolam, jika memilih ke arah jalan kita akan turun ke Air Terjun Rayap. Juga di lokasi tersebut sudah terbangun satu Musolla untuk melaksanakan ibadah salat, baik salat sunnah atau wajib. Sehingga ini berefek baik bagi pengunjung yang perjalanan jauh dari kampung halamannya(musafir). Jadi menurut penulis, setiap pengunjung bisa memilih dengan bebas dan bisa salat dengan tepat waktunya. (Pembaca, kita pada kali ini akan menceritakan bagaimana rasanya turun ke Rayap terlebih dahulu.)      

    "Dikarenakan suasana yang masih pagi jadi adem dan nyaman jika kita makan dan berenang di rayap saja terlebih dahuulu " kata penulis pada saat turun tangga sambil memandang ke arah suara air yang berderum-derum ๐Ÿ˜‚. Teman penulis saat itu asyik memandang ke arah air terjun dan berjalan sangat cepat sekali, seakan-akan ia ingin lari mengahmpiri air terjun. Penulis tertawa bahagia saat itu. Waah perasaannya Masya Allah, seakan-akan ingin terbang ๐Ÿ˜. Namun tidak menutup kemungkinan pembaca juga akan tersenyum-senyum sendiri jika berada dilokasi saat itu. kita berada diatas bukit sambil melihat ke bawah sana dengan air yang sangat segar pada pagi itu," Masya Allah " ucapku dalam hati๐Ÿ˜Š.

    Oh iya, untuk sekarang ini dikarenakan sudah terdapat 2 lokasi wisata maka harga parkir roda dua pada tahun 2020 ini dijual lebih mahal dari tahun sebelumnya dengan harga sepuluh ribu rupiah, memang tidak lah murah akan tetapi harga parkir teman-teman akan terbayar dengan kenyamanan pemandangan yang indah sekali, ini belum sensasi berenangnya yang airnya segar dan adem menyejukkan air pengunungan asli๐Ÿ˜Š. Bahkan teman-teman bisa jadi tak ingin pulang dan berlama-lama setelah turun kebawah yang mana untuk berenang atau hanya sekedar duduk, berfoto-foto dilokasi๐Ÿ˜‚.

    Setelah kami turuni bukit yang sudah diberi jalan, kita akan segera berada langsung didekat air-air yang begitu bergeruh terdengar ditelinga, terlihat indah dimata mengalir begitu lembut dan deras kebawah sana๐Ÿ˜. Berada tepat didepan air terjun rayap setelah menuruni bukit yang belum dibuatkan tangga rasanya lelah terbayarkan, penulis membentangkan tangan sambil menghirup nafas panjang dan bersuara keras "haaaaahhh"  senang sekali rasanya ๐Ÿ˜… . Kita sudah dapat mendengarkan suara air yang bergemeruh merdu jatuh berjatuhan mengenai batu-batu besar yang nan-indah dipandang didepan mata penulis langsung saat itu "Alhamdulillah" masih diberikan nikmat melihat alam raya yang indah Allah ciptakan. Mata penulis sampai termenga dan mulut terucap kagum "Masya Allah". Tak penulis sangka ditemukan lokasi yang baik untuk perenang di atas aliran air Blang Kolam ini.

    Tidak lama dengan menikmati pemandangan, tepat dibawah pohon kami membuka nasi bungkusan dan Alhamdulillah isinya adalah ikan bandeng yang sangat sedap di santap pagi itu. Beberapa menit setelah makan pagi, rasa lapar pun hilang. Tidak menunggu lama, kami langsung bersiap-siap untuk mandi. Tepat pada pagi ahad itu pengunjung belum ramai hanya terdapat satu, dua keluarga saja saat itu. Mereka yang beranggotakan 4 orang perkeluarga juga sudah berenang terlebih dahulu dari pada kami. Disaat itulah kami mencoba berbincang-bincang dengan mereka. Lalu dengan setiap pengunjung yang hadir baik itu anak-anak atau dengan yang sebaya dengan kami yang berganti-ganti namun kami entah kenapa dibosan-bosannya berada didalam air. Pada saat berenang sangatlah seru dimana kami bisa bermain lomba dari batu ke batu dengan jarak yang lumayan untuk mengayun kaki dan tangan. kedalaman air pada tempat kami berenang setinggi 1,5 meter. Ya pagi itu cukup disitu tepat bermain kami, walaupun ada anak kecil yang mengajak kami turun kebawah untuk berenang di kedalaman 8 meter kami harus menolaknya karena kami belum terlalu mahir untuk berenang๐Ÿ˜‚.

    Setelah berenang dengan durasi yang sangat lama, kami akhirnya merasa cukup untuk melakukan olahraga renang dipagi itu. Ini dimana pada saat matahari sudah siap tegak menyinari bumi, penulis tidak merasa bahwa dimana matahari sudah menunjukkan bahwa sebentar lagi jam akan berada tepat pukul 11. Lalu kami keluar dari air, berpamitan dan bersiap-siap diri kami untuk kembali kerumah. Ya akhirnya kami sudah selesai dan meminta berpamit terlebih dahulu dengan teman-teman kenalan baru kami, adek-adek yang belum menyelesaikan aktivitas berenangnya. Mereka mengatakan "Yahh, kok cepat sekali pulangnya", sambil melemparkan sebuah senyuman kesenangannya. Tentu kami berterima kasih kepada mereka ditengah pandemi mereka tetap semangat beraktivitas dan melanjutkan kesenangannya๐Ÿ˜…. Lalu kami tanpa banyak menyedihkan waktu bermain mereka langsung saja kami berjalan kembali untuk menaiki bukit menuju tempat parkiran pulang kami tanpa mengganti baju yang sudah basah kami melewati ibu-ibu, bapak-bapak yang sedang berjualan. bahkan ada yang berteriak "dek piyoh dek, piyoh dek" artinya "Dek istirahat disini dek, istirahat disini dek" sambil menawarkan dagangan mereka. Namun karena tim sudah membawa bekal dari rumah dan sudah makan tadi kami tersenyum saja sambil mengangguk kepala mengatakan "jeud kak, Insya Allah pekan ukeu kamoe jak lom" artinya "baik kak, Insya Allah pekan depan kami datang kembali" dengan terus berlanjut jalan melewati satu persatu pedagang yang sedang menawarkan dagangan mereka dengan percakapan yang sama.Yang sangat teringat dipikiran penulis adalah ketika kami ditawarkan untuk mengganti baju terlebih dahulu sebelum pulang "Dek, gantoe baje dek, na kama manoe" artinya "Adik, ganti bujunya dek, ada kamar mandi" tawaran seorang ibu sambil menunjukkan bilik yang telah disediakan dengan harga Rp.2000 rupiah bagi setiap orang yang menggunakan kamar mandi tersebut. Lalu penulis angkat tangan sambil mengatakan "Maaf buk, hana kamoe me baju gantoe" artinya "maaf ibu kami tidak bawa baju ganti"dengan mimik wajah penulis saat itu tersenyum lebar dengan tangan diangkat keduannya, lalu mimik wajah ibuk tersebut terlihat bengong dan terdiam beberapa detik sambil tersenyum melihat tangan penulis bentangkan seperti ingin terbang terbuka lebar ๐Ÿ˜…. Ya saat itu kami basah dan tidak ada baju ganti sama sekali.

Kamis, 20 Agustus 2020

Bocah Bingung Di Pagi - Cerpen Lucu Yang Mengambarkan Hati Yang Sedang Berduka


Lucu Senyum Tawa Bocah

          Dipagi hari yang mendung, dihari libur yang panjang ia telah selesai mandi dan sangat rapi. Seperti biasa ia keluar dengan senyuman yang siapapun melihatnya ikut tersenyum juga lucu dan menawan.

         Di pagi jum’at itu ia ambil sepeda didepan rumah yang disandarkan di dinding depan terasnya. Dengan semangat penuh seperti hari biasanya ia mengayuh dan memulai bersepeda tanpa perlu di kawali lagi oleh orang tuanya. Kecepatan bersepeda yang diluar kesadarannya, ia mengayuhnya melewati halaman rumah ingin menyeberang ke jalan beraspal melewati got yang hanya terdapat papan kayu lalu didepannya jalan lintas kampungnya. Namun saying nasibnya ketika berada tepat dipapan kayu yang dibuatkan ayahnya untuk melewati jalan antara halaman rumah dengan jalan lintas beraspal tak sesuai harapannya. Papan terpeleset terjatuh kebawah got, ban depan tertabrak dinding got sepeda nya terangkat keatas disebabkan oleh roda ban belakang yang terjungkat ke atas dan ia tersentak kedepan terkenak stang lalu ia terjatuh kesamping kiri tepat berada didalam got yang telah ditumbuhi rumput dan kering akan air. Dari kejauhan aku melihat merasakan rasa sayang dan menahan senyumku dipagi itu yang sedang mengendarai sepeda motor dalam lamunan kemarahanku untuk membeli air susu kacang hijau kesukaan lalu tak terasa aku menajamkan kecepatan sepeda motorku untuk menolongnya. Namun aku telat menghampirinya, beberapa detik ia tertidur di tanah lalu ia bangun dengan cepat. Wajahnya tersipu malu, terlihat plong bengong melirik kesepedanya. Dengan rasa bengong  dan sakit yang ia tahankan lalu ia menolehkan wajahnya bukan ke arahku namun kearah lelaki gemuk dengan wajah temben yang berlawanan arah denganku yang sedang menuju pulang ke rumahnya, rasa geram dalam hati anak kecil itu mungkin tertahan melihat seseorang tertawa terbahak-bahak diatas kendaraan sepeda motor yang melihat ia terjatuh tersungkur. Aku melihat wajahnya yang comel , bengong dan memerah  terpesika malu terlihat seketika ingin juga membuat ku tertawa, namun aku menahan sekuat-kuatnya, lalu kulihat didepannya neneknya juga ikut terkaget-kaget dan terbangun melihat cucu kesayangannya terjatuh dipagi hari itu. 

“kenapa putra langsung tertawa didepannya ?” gumanku dalam hati yang terus melewat didepannya wajahku mulai tersenyum-senyum. 

            Ketika sudah begitu jauh aku melihat kembali ke belakang dengan memerhatikannya, tak lepas-lepas pemandangan nya memerhatikan putra yang tertawa-tawa bahagia lucu melihatnya jatuh tak terduga sampai-sampai mengangkatkan kakinya keatas diatas kendaraan scorppionya, anak laki-laki kecil itu seolah-olah ia menandakan orang yang menertawakannya sehingga tak sempat menoleh ke arahku yang sedang menahan tawa sejak ia terjatuh tersungkur balik kesakitan dimana alat kelaminnya mengenai stank sepeda. Aku lanjutkan perjalanan ku untuk membeli minum pagi kepasar dengan membayangkan Kejadian itu. “Inilah yang disebutkan, mau tertawa tapi takut dosa” hati ku bergumam dengan mimic wajah ku yang tak bisa dibohongi tertesenyum-senyum sendiri seolah sedang jatuh cinta. Namun pagi ini anak kecil yang tak kukenal nama telah mampu membuat hatiku sembuh dari luka. Seperti ingin kukatakan kepadanya aku mulai menyukai sikap anak lelaki itu.

            Sesampai di warung makan kupesankan segelas kacang hijau plus susu ditambah lagi dengan es batu yang bisa membuat hari ku segar pada pagi itu. Sambil kutunggu-tunggu selesai aku tersenyum-senyum sendiri sambil menahan tawa. Tak terasa semua orang memandangku dengan pandangan yang sangat aneh, membuat aku sadar apa yang tengah aku pikirkan ditengah keramaian pasar pada jum'at itu. Segera ku ambil kacang hijau yang telah selesai disajikan dalam sebuah bungkusan sambil menuju pulang kerumah dengan perasaan yang sayang dan wajahku tersenyum.

 "Doa ku untuk mu semoga menjadi anak yang baik" ucapku didalam hati



Senin, 27 Juli 2020

Seramnya Ada Goa Gelap Didalam Goa Jepang Blang Panyang Lhokseumawe

Seramnya Ada Goa Gelap Didalam Goa Jepang Blang Panyang Lhokseumawe
    Saai ini penulis akan belajar mengenali sejarah ketika Indonesia dijajah Jepang, yang ternyata mereka sangat kuwalahan menjajah negeri nusantara ini, oleh sebab itu banyak sekali metode yang mereka pergunakan untuk mengalahkan kita, salah satunya mereka membuat persembunyian diatas bukit Blang Panyang Lhokseumawe yaitu dikenal dengan sebutan Goa Jepang yang artinya Goa tempat pertinggalan atau tempat persembunyian orang Jepang ketika menajajah Indonesia di Aceh dahulu kala. Diatas bukitnya juga terdapat taman wisata yang di dukung oleh pemerintahan saat ini Suaidi Yahya dengan nama "Taman Nging Jioh". 

    Ketika penulis dan tim berkunjung ke goa Jepang ini tentu saja ingin mengenal sejarah dan mencari tau apa yang terjadi disana. Mendengarkan dari cerita-cerita masyrakat disana juga dapat kita nikmati akan keindahan pemandangan yang terdapat diatas bukit taman Goa Jepang yang dijuluki " Taman Ngieng Jioh " ini juga yang membuat penulis penasaran, sehingga berangkatlah Tim pada sore itu. Dengan perjalanan yang cukup jauh dari tempat tinggal Tim, pada  pukul 17.00 WIB tim sampailah pada tujuan dengan perjalanan sekitaran 13Km dalam waktu 25 menit. Pengunjung sangat lah sepi karena bukan pada hari libur, dimana banyak yang melakukan pekerjaannya namun juga ada yang baru pulang kerja. Disana Tim melihat ada beberapa pelajar dan pemuda pemudi yang sedang beristirahat dari aktivitasnya. Tim memilih memasuki Goa Jepang, dimana Goa terletak tepat ketika turun dari perbukitan di sebelah kiri bahu jalan, ternyata goa yang sudah dijadikan tempat bersejarah tersebut telah dibangun tembok yang besar untuk mempercantik dan memperkokohkan bangunan namun didalamnya masih terlihat jelas galian Jepang pada masa penjajahan.

    Memang benar dahulu kala kita pernah dijajah namun nenek moyang kita tidak terkalahkan dan tidak pernah tunduk pada kafir. Berbeda dengan saat ini kita dijajah secara lembut tapi tidak pernah sadar walaupun beribu peringatan telah diperingatkan. Penulis mengajak pembaca untuk menggali sejarah kembali sebelum kita lupakan.
 "kafir itu tujuan-nya merusak akidah kita(aklhak kita) !!  Tinggal bagaimana kita saja yang harus bersikap dan mempersiapkan diri. Jangan sampai mereka merebut negeri kita tanpa kita sadari. Orang tua kita jaman dahulu memakan singkong, duduk diatas balai(tembat duduk) bermusyawarah untuk memikirkan bangsa kita hari ini. Namun kita hari ini memakan makanan enak duduk didalam gedung-gedung diatas kursi memikirkan perut pribadi"

    Sebelum kami masuk kedalam goa yang sangat dalam, TIM berdiskusi terlebih dahulu, karena pada saat itu hari sudah sore dan juga penjaga sudah pulang dan tidak ada lagi pengunjung di dalam Goa selain kami berdua dengan TIM . Didalam goa sangat gelap, TIM berdiskusi dahulu siapa yang masuk terlebih dahulu, namun akhrinya penulis lah yang masuk terlebih dahulu, selain rasa serem penulis buangkan perasaan itu semua dan akhirnya tanpa disadari dimana goa paling gelap yang tak biasanya orang lain masuk penulis masuki kedalamnya. Tanpa disadari ternyata didalam sangat serem dan ada juga goa yang sangat sempit kedalamnya, karena penulis merasa aneh dan sangat gelap yang mana hanya satu senter handphone yang ada pada penulis, akhirnya penulis membalik arah dan menyuruh salah seorang Tim terlebih dahulu namun dia juga merasakan perasaan yang tidak enak, rasa takutnya akan kehabisan oksigen didalamnya akhirnya TIM memutuskan keluar melalui tempat pertama. Namun jika ada petugas pada saat ini, Tim merasa tidak akan diizinkan untuk memasuki goa sempit yang harus melakukan tiarap itu.

    Ya, memang ternyata goa paling dalam, dibawah sangat lah sempit, dalam dan gelap akhirnya Tim keluar dan menusuri goa-goa yang berada didasarnya, dan memang goa jepang ini sangatlah bersejarah, dimana mereka membuat persembunyian didalam tanah dengan taktik yang sangat susah diketahui pemilik rumah.
 

Kamis, 09 Juli 2020

Cara Menulis Cerita Pendek Menarik dan Terlihat Nyata Sehingga Menambah Minat Pembaca

    Dalam penulisan sebuah cerita pendek mungkin sebagian orang tidak mementingkan sesuatu hal yang harus diperhatikan atau ada hal yang perlu dicermati, namun sebagian orang hanya mementingkan tulisannya bagus dan dapat diterima saja. Namun, seharusanya dalaam menulis cerita pendek atau cerita lainya kita harus melihat suatu hal dan perlu mencermati hal tersebut. Atau lebih tepatnya kita menyadari apa yang kita tuliskan.

Mulai dari seluk beluk pembahasan permasalahan sampai penyelesaian masalahnya, berikut penulis rangkum beberapa cara menulis cerita pendek yang baik dan menarik minat pembaca :

1. Isi harus padat
    Untuk membuat Cerita menarik maka ada baiknya kita membuat isi lebih banyak atau banyak kata, namun harus memilki tanda tanya dari pembaca. Banyak cerita yang disukai pembaca, cerita yang penuh keheranan apa yang terjadi selanjutnya. Namun jika cerita mudah ditebak walaupun isi cerita padat maka pembaca akan cepat bosan. Akan tetapi jika isi cerita penasaran namun tidak mudah dipahami maka akan membuat penonton membaca berulang-ulang namun ada sebagian pembaca sangat menyukai ini, ada sebagian yang lain tidak menyukai cerita seperti ini

2. Lugas (To the point)
    Dalam menulis cerita pendek harus memiliki pola atau perencanaan, bagaimana watak penokohan, bagaimana karakteristiknya. Sehingga membuat penulis mudah memahami. Untuk menulis cerita pendek yang baik susunlah cerita dengan angkat seseorang dengan sebuah karakter utama dan berikan dia sebuah masalah untuk dihadapi oleh tokoh, lalu temukan jalan penyelesaiannya buat tokoh menemukan cara menyelesaikan permasalahannya. Namun usahakan menceritakan sebuah alur cerita yang menarik misalnya sebuah cerita tentang persahabatan, tentang perjalanan hidup yang membuat pembaca ingin terus membacanya karena menariknya cerita Anda.

3. Narasi
    Ingat bagi penulis cerpen membangun narasi adalah sesuatu hal sulit bagi pemula. Penulis sarankan harus banyak membaca-baca. Untuk membangun narasai yang baik kita harus memilki bayangan yang jelas dan harus focus pada permasalahan yang kita ceritakan tema, penokohan, dramatisir nya sesuai. Banyak penulis gagal dikarenakan tergoda dengan terlalu cepat mengungkap dengan orang lain tidak tahu.

4. Bahasa
    Tulis lah cerita anda dengan bahasa yang digunakan tidak jauh-jauh dengan permasalahan. Dikarenakan cerpen merupakan cerita yang singkat yang habis dibaca dalam sesasaat atau dalam sekali baca, berbeda dengan novel.
    Dalam menulis konflik atau permasalahan bisa ditulis diawal cerita atau dipertengahan cerita, namun banyak cerita menulis cerita di pertengahan cerita. bahkan akhir-akhir ini pemunculan masalah banyak dilakukan disaat hampi-hampir cerita berakhir namun mampu untuk menyelesaikannya. Namun bagi pemula harus mampu  mempertimbangkannya dikarenakan  kita harus mampu menguasai cerita kita seperti pada pembahasan nomor pertama. Jika tidak ingat baca kembali pada cerita pertama.

5. Aspek
    Dalam menulis cerita munculkanlah cerita dalam cerita sendiri atau cerita orang lain. Namun  cermatlah dalam melihat sebuah peristiwa sehingga cerita yang anda ceritakan ada bayangannya, dan perhatikan tokoh, latar dan peristiwanya dan dramatisirkan.
6. Tokoh
    Didalam cerita tentu saja memerlukan sebuah tokoh , maka setiap ada tokoh maka ceritakanlah sosok tokoh tersebut. Namun tidak perlu serinci (sejelas) novel.
    

    Dalam menceritakan cerpen tentu saja masih banyak hal lainnya yang harus dikuasai namun penulis rasa ini masih sangat sedikit dan tunggu artikel berikutnya untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang penulisan cerpen agar banyak pembaca kembali berulang-ulang pada anda.
    Cukup sekian semoga bermanfaat dan menambah ilmu pembaca. Boleh rekomendasikan cerpen dikolom komentar anda.


Senin, 22 Juni 2020

"TAKDIR"

Takdir

Langit yang tadinya berawan tiba-tiba berubah menjadi begitu mendung. Udara yang  biasa-biasa saja berubah menjadi  dingin. Beberapa menit kemudian kulihat burung-burung  walet yang  terbang begitu rendah membentuk sebuah lingkaran. Aku melihatnya begitu lama, bahkan mataku tak beranjak sedetikpun. ”Sepertinya  tidak lama lagi akan turun hujan yang selanjutnya akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan yang pastinya guru tidak akan masuk pada jam pertama”begitulah dugaanku sehingga membuatku tersenyum sendiri.

“Eh Riko!!!”Sapa Dinda, sambil menupuk tanganya dibahuku”kenapa senyum-senyum sendiri Ko?”tanya Dinda mengagetkan aku. Lalu kubalikkan badanku sambil kutunjukkan tangan ke atas langit”Lagi ngelihat cuaca Din, yang tiba-tiba berubah”ujar ku kesal”Ngagetin aja Din”cetusku.

“Ah yang benar, pasti berharap sesuatu juga kan, kalau ngak mana mungkin senyum-senyum sendiri?”tanya Dinda seolah-olah tau apa yang aku pikirkan.

“Ada-ada aja Din, emang pagi-pagi kalau senyum-senyum berharap sesuatu Din, kan bisa juga lagi ngigat-ngingat kejadian lucu?”jawabku membohongi Dinda.

“Ah mana mungkin aku tau benar sifatmu Ko, pasti kamu berharap supaya guru ngak hadir terus ngak jadi belajar deh, benarkan?”jawab Dinda tersenyum.

“Ya tentulah, nilainya 100 buat you”Jawabku membetulkan jawaban Dinda.

”Tet…Tet…Tet…”Baru beberapa saat kami ngobrol tiba-tiba suara bel sudah berbunyi. Padahal dari tadi aku berharap supaya tidak ada yang akan membunyikan suara bel. Tanpa basa-basi lagi kami berdua langsung menuju kedalam kelas. Setelah sampai di dalam kelas kami berdua langsung menuju tempat duduk masing-masing. Aku dan Dinda di dalam kelas tidak sebangku karena kami belum muhrim. Namun kami tidak jauh-jauh, dia duduk di depanku dan aku tepat berada di belakangnya.Tentunya saja kami dekat dan saling perhatian. 

“Udah remedial Fisika Ko”tanya Dinda.

“Belum Din,”jawabku tersenyum.”Situ gimana?”

“Sudahlah”jawabnya tersenyum.”You jangan remedial ya,siap-siap aja!”ucapnya.

Sebenarnya semenjak aku duduk dibangku kelas 1, ketika ada ulangan pelajaran Matematika, pelajaran Fisika dan pelajaran Kimia aku selalu mendapatkan nilai yang sangat jelek bahkan sering di ejek, namun aku tetap bersyukur. Waktu itu aku selalu berdoa ” Ya Allah sesungguhnya engkaulah yang  Maha menghendaki, Ya Allah berikanlah aku jalan yang terbaik karena hanya engakulah Yang Maha Mengetahui”. Selalu ku berdoa dan berusaha sehingga ketika naik kelas 2 semua doa-doaku di kabulkan oleh Allah, nilai-nilai ulanganku sudah jauh berbeda tenetunya ini semua karena kehendak Allah.  Aku menjadi semangat setelah bertemu dengan Dinda dan Tina, Allah mengtadirkan mereka menjadi sahabatku sekaligus guru bagiku. Kami selalu belajar bersama sehingga nilai-nilai pelajaran dan ulanganku menjadi bagus. Namun ketika pelajaran Fisika, nilai ku tetap sama seperti dulu. Namun Dinda dan Tina tetap saja menyemangatiku, mereka sangat peduli dan perhatian kepadaku.

 “Din,Tina ngak sekolah”tanyaku penasaran.

“Entah Ko,Tina ngak ngabarin”jawab Dinda.

“Tumben Tina ngak sekolahkan?”

“Mungkin di daerahnya hujan Ko”ucap Dinda meyakinkanku.

“Tapi ngak mungkin Tina ngak sekolah gara-gara hujan Din, kan kita tau benar Tina gimana Din”sahutku curiga.

“Ia juga ya,kenapa Tina ngak sekolah hari ini ya?, jangan-jangan Tina sakit Ko”jawab Dinda dengan nada khawatir.

Tiba-tiba entah kenapa Tina tidak sekolah hari ini, biasanya dia tidak pernah absen. Tina adalah sahabatku yang sangat baik. Dia sangat jujur dalam segala perbuatan dan perkataannya. Dia juga selalu membuat setiap harinya bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. Dia pernah mengatakan kepadaku “sedih atau senang itulah yang membuat hidup menjadi bermakna, karena nada minor atau mayor sama saja” pesan inilah yang selalu ku ingat darinya.Sesekali kami melirik kearah pintu, berharap Tina akan segera hadir. Begitu lama kami menunggu-nunggu kehadirannya, tapi Tina tak kunjung-kunjung datang juga. Jam di dinding menunjukkan poh sikureung lewat lhe,namun Tina tidak terlihat sama sekali. Kemudian ku lihat juga Dinda yang mulai tertidur lelap di mejanya mungkin Dinda dari tadi sudah lelah menunggu Tina. Hujan yang begitu deras membuat suasana menjadi begitu dingin, kutunggu dan terus kutunggu kedangan Tina. Setelah lama aku menunggu Tina akhirnya terlihat sosok seorang menuju kedalam kelas, kulihat dia dari jendela. Terlihat jelas dia menggunakan mukenah berwarna putih tak seperti anak sekolah pada umumnya. Tak ku perdulikan Dinda yang sedang tidur, langsung saja aku keluar dari kelas dan berdiri di depan pintu. Kuperhatikan siapakah orang yang menggunakan mukenah berwarna putih tersebut dan mengapa dia menuju ke kelas ku. Ternyata orang yang menggunakan mukenah putih tersebut adalah Tina. Dia berdiri tepat di depan ku”Tina, kenapa kamu menggunakan mukenah ke sekolah?”tanyaku padanya.

“Ko, aku datang kesini mau pamitan sama kamu dan Dinda” jawabnya dengan wajah yang begitu pucat.

“Mau pamitan?mau kemana kamu Tina?”tanyaku curiga.

“Aku harus pulang Ko, aku sudah tidak bisa sekolah lagi Ko. Semoga kalian sukses Ko, tetap jujur dan terus tawakal, salam buat Dinda ya? Bilang aku disini Bahagia. Kamu jaga Dinda ya. Dia gadis yang begitu baik Ko. Semoga jadi jodoh mu Ko.” Jawab Tina ngawur tapi dia terliahat bahagia.

“Insya Allah aku akan menjaganya Tina. Tapi kamu kenapa mengatakan seperti ini?”aku merasakan perasaan yang tidak enak.

Tina tak menjawab pertayaanku, dia hanya tersenyum kepadaku. Lalu dia pergi dan melambai-lampaikan tangannya. Ketika aku mau mengejarnya tapi tidak bisa. Kucoba-coba tapi tetap saja tidak bisa, kemudian entah kenapa tiba-tiba aku merasakan gempa yang dasyat dan membuat ku terayun-ayun dan tebanting.

“Ko bangun???bangun Ko?? bangun Ko?”terdengar suara yang begitu panik membangunkan ku. Ternyata sedari tadi aku bermimpi. Kubuka mataku perlahan-lahan dan kulihat mereka semua membangunkanku kecuali Dinda, dia tak terlihat disana. Guru-guruku menatap ku dengan wajah yang begitu sedih. Kemudian aku teringat mimpiku yang barusan, tak tau kenapa perasaanku panik secara tiba-tiba.

“Ibu ada apa ini, kenapa kalian terlihat sedih?Dinda dimana”tanyaku gagap dengan perasaan cemas.

“Dinda tadi pingsan Riko, sekarang dia ada di UKS”jawab ibu guruku dengan nada sedih.

“Hahhhh, kenapa Dinda bisa pingsan bu?” tanyaku terkejut dan aku teringat dengan mimpiku. Hatiku bertanya-tanya apakah barusan Tina beneran pamitan atau hanya mimpi”Ibu kenapa bu”mereka semua menatap kepadaku seolah-olah mereka menyembunyikan sesuatu, aku semakin panik.

“Kami akan memberitahu mu, tapi kamu jangan pingsan dan menangis ya?kamu harus kuat menerima ini”jawab guru wali kelasku. Aku semakin panik dan resah karena takut dengan mimpiku yang barusan.

“Iya bu, sebenarnya ada apa bu?” jawabku menenangkan diri.

 “Sebenarnya temanmu yang bernama Tina”tiba-tiba jawaban guruku terhenti, kulihat mata beliau berkaca-kaca sesekali menahan tangis sehingga membuat air mataku jatuh juga. Aku mulai sadar bahwa mimpiku mungkin benar. Kemudian beliau melanjutkan kembali”Tina telah meninggal dunia Riko”beliau langsung menangis, tanpa sadar air mataku jatuh juga”Innalilahi wa innailaihirajiun”sahutku dalam hati dengan perasaan yang  sangat sedih. Sebenarnya aku belum bisa mengiklaskan atas kepergian Tina yang begitu cepat karena usianya yang masih muda tapi itu semua sudah takdir tuhan terhadapnya. Segera ku berlari menemui Dinda yang berada di UKS yang sedang tidak sadarkan diri. Dalam keadaan sedih aku teringat pesan Tina kepadaku untuk menjaga Dinda selalu.  Tak lama kemudian kulihat Dinda sudah sadar, dia menangis dan sangat sedih. Ku dekati Dinda dan mengingatkannya bahwa kita semua akan kembali kepadanya, dia kembali menangis.”Dinda sangat sanyang dengan Tina, Ko.Tina selalu menjaga ku, dia juga menyayangiku seperti adiknya, aku rindu dia Ko”Dinda semakin sedih dan akupun sudah mengetahui kenapa Tina menitip pesan untuk menjaga Dinda. Dinda adalah seorang anak Yatim yang hanya tinggal bersama ibunya. Semakin kurasakan gimana sedihnya Dinda dan seperti apa sayangnya Tina terhadap Dinda. “Din sabar Din, aku yakin Tina juga sangat menyayangimu dan dia akan merasa sedih jika kamu disini menangis, lebih baik kita berdoa terhadapnya” akhirnya Dinda mau mendengar nasehatku dan dia mulai menenangkan dirinya.  

Beberapa saat setelah Dinda sadar guru-guru menemui kami. Mengajak kami sekelas untuk berangkat kerumah Tina. Setelah sampai di rumah Tina mataku kembali berkaca-kaca, kulihat Tina terbaring terbalut dengan kain berwarna putih. Kulihat keluarga Tina sedang membaca surah Yasin untuknya sesekali air mata ibu dan ayahnya berlinang-linang. Dinda juga kembali mengeluarkan air matanya.

copyrigt : Marwazi

Post        : December 07, 2016

Sumber   :  https://sastramoderen.blogspot.com/2016/12/cerpen-romance.html